Strategi Mendesain Menu Makanan untuk Bisnis Kuliner

Strategi-Mendesain-Menu-Makanan-untuk-Bisnis-Kuliner

Bіsnіs kulіner tіdak pernah kehіlangan mіnat, baіk darі segі pebіsnіs maupun konsumen. Karena makanan іtu sendіrі sebenarnya merupakan kebutuhan dasar setіap manusіa sehіngga orang akan selalu mencarіnya.

Dі sіsі laіn, pergeseran gaya hіdup yang lebіh modern membuat orang lebіh serіng memuaskan lіdah dan mengіsі perut dі luar rumah.

Desaіn menu makanan serіng dіabaіkan

Sejelas yang Anda bіsa lіhat sendіrі dі lіngkungan sekіtar, para pebіsnіs іnі tіdak berartі kecіl. Persaіngannya sangat ketat, mulaі darі depo sederhana hіngga restoran mewah yang mahal.

Namun, tіdak banyak yang tahu, salah satu kuncі untuk bіsa memenangkan kompetіsі іnі adalah melaluі desaіn menu makanan.

Kenapa, bagaіmana bіsa?

Tentu saja. Sepertі manusіa, buku menu juga berkaіtan dengan psіkologіs seseorang. Mulaі darі tata letak, pemіlіhan warna, hіngga penggunaan nama menu ternyata memіlіkі pengaruh yang sangat sіgnіfіkan terhadap pіlіhan pelanggan dan potensі keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Cara Mendesain Menu Makanan untuk Meningkatkan Keuntungan

Untuk itu, jika Anda berniat menjalankan bisnis kuliner, jangan merancang menu makanan sembarangan. Cobalah untuk ‘mengarahkan’ konsumen ke menu yang menurut Anda menguntungkan dengan cara-cara berikut.

Sesuaikan Tema dengan Interior

Saat ini, bisnis kuliner mulai dari kafe kontemporer hingga restoran keluarga biasanya dikonsep dengan tema tertentu.

Faktanya, tema spesifik ini merupakan nilai tambah lain untuk menarik perhatian konsumen. Apalagi mengingat kebiasaan masyarakat saat ini yang tidak hanya menjadikan tempat makan sebagai tempat mengisi perut, keunikan interior juga biasanya menjadi pertimbangan meski porsinya tidak terlalu besar.

Nah, tidak ada salahnya jika Anda juga menyediakan desain menu makanan yang selaras dengan tema bangunan.

Paling tidak, keunikan buku menu makanan yang Anda berikan juga menarik perhatian konsumen yang kemudian akan mengunggahnya ke media sosial.

Tentu saja, metode ini akan memudahkan Anda di sisi pemasaran dengan target yang lebih luas dengan lebih efisien.

Lengkap Uraian Menu Lengkap dan Harga

Setiap tempat makan memiliki resep yang berbeda. Misalnya, nasi goreng spesial di restoran A misalnya, mungkin komposisi bahan yang digunakan berbeda dengan nasi goreng yang disajikan di restoran lain.

Untuk itu, jangan ragu menulis detail atau deskripsi dari menu yang Anda tawarkan. Selain itu, konsumen juga perlu mengetahui harga makanan yang akan mereka pilih.

Ini telah menjadi salah satu faktor yang membuat konsumen akan memutuskan untuk kembali ke tempat Anda atau tidak.

Dengan kata lain, bisa dibilang transparansi harga ini juga menciptakan kepercayaan dan perasaan ‘aman’ bagi konsumen.

Lagi pula, sangat disayangkan bukan, jika konsumen membatalkan memilih tempat Anda hanya karena tidak ada harga yang jelas?

Oh ya, berbicara tentang harga, ada baiknya Anda juga membuat variasi harga lebih sederhana. Misalnya, menggunakan IDR27.258,00 akan lebih merepotkan daripada IDR27.000,00.

Ssst, selain itu, angka-angka yang ditulis dalam bentuk bulat juga tampaknya memberikan efek yang lebih elegan dan eksklusif.

Atur Tata Letak Menu

Desain menu makanan selanjutnya adalah mengatur penempatan masing-masing menu. Sekarang, coba posisikan diri Anda sebagai seseorang yang akan memesan makanan di suatu tempat dan sedang membuka buku menu.

Bukankah pandangan Anda pertama-tama akan fokus pada menu yang ditulis di tengah sebelum kemudian pindah ke sisi lain.

Menurut Aaron Allen, seorang konsultan restoran yang juga menulis berbagai trik tentang desain menu makanan di The Psychology of Menu Design, mata manusia cenderung lebih fokus pada menu yang diletakkan di tengah buku menu.

Hanya setelah itu, tampilan akan beralih ke kanan atas dan kiri. Melalui ini, pastikan Anda meletakkan menu paling menguntungkan di area yang disebutkan sebelumnya.

Selain itu, peletakkan menu juga dapat disiapkan dengan memperhatikan elemen biaya yang ditawarkan. Misalnya, jika Anda meletakkan menu yang lebih mahal di bagian atas, konsumen akan secara otomatis menganggap bahwa menu yang dikompilasi sesudahnya memiliki harga yang lebih rendah.