Suka Duka Sebagai Pegawai Jasa Semprot Disinfektan

Suka Duka Sebagai Pegawai Jasa Semprot Disinfektan

Jasa semprot disinfektan menjadi penyedia jasa dengan permintaan yang sangat tinggi akhir-akhir ini. Sebab mereka memberikan kemudahan dan layanan yang tepat di kala pandemi seperti saat ini.

Dengan berbagai kemudahan yang mereka tawarkan, pernahkah kita memikirkan bagaimana nasib para pekerja yang berada di belakang penyedia jasa semprot disinfektan tersebut? Bagaimana mereka menjaga keselamatan diri dan mencegah diri mereka dari paparan mikroorganisme patogen yang bisa kapan saja mereka temui di tempat bekerja?

Pada artikel ini, kami akan mengulas mengenai suka duka menjadi pekerja jasa semprot disinfektan.  Dengan padatnya jadwal serta beban ekonomi yang mereka panggul, bekerja dengan giat dan sepenuh hati sudah pasti menjadi kode etik dalam diri.

Meskipun mereka harus berpeluh dan bercucuran keringat, namun mereka tetap semangat demi berkontribusi dalam menurunkan angka penularan virus yang saat ini banyak orang takuti.

Meski kadang kala ketakutan datang menghampiri, mereka tetap tegar, sebab mereka selalu menggunakan APD (alat pelindung diri) dimanapun dan kapanpun mereka bertugas.

Lebih lengkapnya, satu set APD yang digunakan oleh pekerja jasa semprot disinfektan biasanya terdiri atas masker, sepatu safety, hairnet, sarung tangan, baju wearpack safety khusus, yang jelas semua itu digunakan hingga tak jarang yang hingga tidak ada bagian kulit yang terlihat saking ketat dan tertutupnya pakaian safety yang mereka gunakan tersebut.

Ketika menggunakan pakaian safety tersebut tiap kali mereka bertugas, meskipun sebenarnya tidak nyaman mengingat pakaiannya ketat dan sulit untuk bernapas, namun dengan rasa bangga yang ada di dalam dada, para pekerja jasa semprot disinfektan menjadi semakin termotivasi untuk menjalankan tugasnya seprofesional mungkin, demi memberikan pelayanan terbaik serta menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi para pelanggannya.

Ketakutan yang sebelumnya ada, mereka hadang dengan taat SOP yang ada serta selalu berdoa dan meminta perlindungan kepada yang maha kuasa.

Untuk itu, alangkah baiknya ketika menggunakan jasa mereka, kita tidak semena-mena menyuruh ini dan itu seenaknya sendiri tanpa bersimpati dengan apa yang telah mereka hadapi sepanjang hari.